Brandon Tarrant pelaku pembunuhan kejam di Selandia Baru

MATA INDONESIA, JAKARTA – Fenomena radikalisme dan terorisme memang kerap diidentikan dengan Islam namun menurut Wakil Sekretaris Baznas, M. Fuad Nasar, saat ini banyak pihak berpendapat bahwa radikalisme yang diidentikan dengan Islam merupakan suatu asumsi yang tidak beralasan.

Sejumlah tindakan teror justru tidak hanya dilakukan oleh sejumlah oknum yang mengaku Islam radikal. Terdapat beberapa aksi teror yang dilakukan oleh pelaku yang notabene merupakan kelompok radikal kulit putih dan non Islam. Mayoritas pelaku memiliki keyakinan terhadap supremasi kulit putih, yaitu bahwa ras mereka lebih tinggi dari ras lain.

Selain membawa pandangan supremasi kulit putih, mereka juga membawa kebencian terhadap penganut agama Islam dan Yahudi. Berikut beberapa teroris yang notabene merupakan kulit putih.

  1. Anders Breivik

Seorang ekstremis yang menjunjung tinggi supremasi kulit putih meledakkan bom di Oslo. Selain itu Anders juga menembak mati 69 orang di pulau Utoya. Total sekitar 77 orang korban tewas akibat aksi terornya.

  1. Wade Michael Page

Seorang Neo Nazi yang merupakan kelompok supremasi kulit putih. Ia melakukan penembakan di kuil Sikh Oak Creek sehingga menyebabkan 6 orang tewas.

  1. Frazier Glenn Miller, Jr.

Pria yang merupakan bekas pimpinan organisasi Ku Klux Klan dan neo-Nazi melakukan penembakan di dua pusat Yahudi di Kansas City. 3 orang tewas akibat aksi terornya.

  1. Dylann Roof

Pria 21 tahun penganut supremasi kulit putih telah menembak mati 9 orang yang tengah belajar di gereja warga kulit hitam, tepatnya di Charleston.

  1. Brenton Tarrant

Pria 29 tahun yang menganut supremasi kulit putih menyerang rumah ibadah umat Islam di Christchurch. Aksi terornya menyebabkan 51 orang di dua masjid.

 

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here