Stop rasisme (ilustrasi)
Stop rasisme (ilustrasi)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kematian tragis George Floyd, seorang pria kulit hitam yang disika olah polisi di Minneapolis membuka mata dunia, bahwa praktik-praktik rasisme masih begitu kental di Amerika Serikat.

Pasca kematian Floyd, gelombang massa yang besar turun ke jalan memprotes tindakan biadab aparat tersebut. Kerusuhan tak terhindarkan, warga AS marah besar karena masih adanya orang-orang yang mencederai keberagaman di negara mereka.

Namun, AS bukanlah satu-satunya negara paling rasis di dunia. Ada banyak lagi negara yang warganya kerap melakukan diskriminasi terhadap kelompok minoritas hanya berdasar pada warna kulit, terutama yang berwarna hitam. 5 negara tersebut di antaranya adalah berikut ini:

1. India

Rasisme di India sudah sangat lama mengakar. Di negara ini, mereka yang berkulit gelap kerap mendapat perlakuan diskriminatif. Bahkan, kasta-kasta dalam struktur masyarakatnya menambah catatan hitam rasisme di India.

2. Jepang

Jepang adalah negara pertama yang memiliki UU soal rasisme. Namun, praktik diskriminasi ras benar-benar sulit dihapuskan. Penduduk asli Jepang memiliki tingkat toleransi yang rendah untuk para imigran dari negara lain. Laporan PBB pada tahun 2005 menunjukkan keprihatian yang mendalam terhadap rasisme di negara tersebut.

3. Arab Saudi

Meski sering mengklaim sebagai negara Islam, sebagian masyarakat di Saudi masih bersikap rasis. Dahulu, mereka merendahkan derajat kulit hitam dan menjadikannya budak. Kepada masyarakat Irak dan Iran yang merupakan daerah taklukkan juga dianggap rendah. Sampai kini, banyak tenaga kerja dari luar negeri mengalami diskriminasi ras di Saudi.

4. Inggris

Inggris adalah rajanya rasis di Eropa. Banyak warganya masih memandang rendah ras kulit hitam. Mereka juga memupuk kebencian terhadap imigran, terutama yang berasal dari India. Tak hanya itu, warga Inggris juga masih menunjukkan kebencian terhadap orang-orang AS dengan sebutan Yankees.

5. Israel

Bukan hanya soal agama dan perebutan wilayah saja yang mewarnai konflik panjang Israel-Palestina. Namun, ada kampanye rasisme di baliknya. Warga Israel suka merendahkan bangsa Palestina dan menyebut mereka orang-orang dari ras rendahan.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here