Mengenal Pendidikan Santri Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep
Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep (istimewa)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hari ini adalah Hari Santri Nasional. Moment ini selalu diperingati tiap tahunnya. Sebutan santri lazimnya disematkan kepada seseorang yang mengikuti pendidikan agama Islam dalam sebuah Pondok Pesantren (Ponpes). Biasanya para santri akan tinggal di sana hingga pendidikannya selesai.

Di sana, para santri dididik menjadi diri yang rendah hati dan berkarakter. Biasanya Ponpes dan Madrasah mempunyai program yang sangat ketat. Hal tersebut terlihat dalam sistem pendidikan di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep, Madura.

Ponpes yang memiliki motto ‘beriman sempurna, berilmu luas, dan beramal sejati’ ini mendorong para santri agar tumbuh menjadi pribadi yang kaya akan ilmu dan berahklak mulia.

Menukil tulisan ‘Penerapan Total Institution di PP Al-Amien‘ karya Moh. Hefni yang dipublikasikan pada majalah KARSA, Vol. 20 No. 1 Tahun 2012, pendidikan di Ponpes Al-Amien sangat disiplin dan ketat.

Meski mengusung konsep Ponpes modern, Al-Amien tetap menjaga keseimbangan antara pelaksanaan aturan formal dan tata-cara kedisiplinan bagi para santri. Bahkan pada program Tarbiyatul Mu’allimien al-Islamiyah (TMI) mengemas model pembelajaran terpadu dan terus-menerus selama 24 jam tanpa henti, mulai dari santri bangun tidur sampai tidur kembali.

Semua pembelajaran ini diniatkan dan dimaksudkan untuk ibadah, baik mahdlah maupun ghairu mahdlah. Maka, tidaklah mengherankan kalau kurikulum TMI Al-Amien Prenduan adalah ‘Kurikulum Hidup dan Kehidupan’.

Proses pendidikannya pun tidak terpengaruhi pihak luar sehingga membantu para santri terfokus kepada bimbingan yang diajarkan Ponpes tersebut.

Tiap harinya, kegiatan Ponpes diawali pada jam 3 pagi dengan sholat tahajud bersama. Kemudian dilanjutkan dengan mengaji dan sholat subuh bersama.

Kelas biasa dimulai pada pukul 07.00, para santri belajar di kelas dari pagi hingga sore hari. Mereka keluar kelas hanya pada saat sholat dan jam makan siang saja. Setelah itu, para santri mengisi waktu dengan kegiatan seperti ekstrakulikuler yang telah di sediakan oleh Pondok Pesantren. Menjelang malam mereka sholat berjamaah dan mengaji hingga waktu tidur tiba.

Bahkan Pengelola TMI Ponpes Al-Amien terbilang cukup terstruktur dan tertib. Para pengelola Ponpes ikut menerapkan metode Uswah, Syubah, dan Dakwah (USD) untuk mengajak dan mendorong santri melakukan disiplin pondok dengan penuh kesadaran.

Tak hanya itu, pengelola pondok juga mengaktifkan beberapa tim penegak disiplin, yaitu dengan mendirikan pos penjagaan, meng-aktifkan Bakam, mengaktifkan Mahkamah, dan mengaktifkan badan intelejen pondok.

Gimana menarik kan? Ada yang minat masuk pesantren?

Reporter : Fatahillah Aji Putra

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here