Ilustrasi pemblokiran konten radikalisme
Ilustrasi pemblokiran konten radikalisme

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sikap intoleran merupakan sebuah fase awal dari munculnya kegiatan radikalisme yang kemudian mengarah ke ekstremisme. Pendapat ini dikemukakan oleh Direktur Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi.

“Intoleransi itu lah yang membentuk radikalisme, kalau sudah terbentuk radikalisme, terbentuklah ekstremisme, kalau ekstremisme yang terbentuk kemudian berbentuk terorisme pada tataran terakhir nantinya, ini yang harus kita pahami dulu,” ujar Islah Bahrawi, belum lama ini.

Maka sikap intoleran tidak bisa dibiarkan terus hidup di dalam diri setiap individu karena dapat menyebabkan renggangnya keharmonisan di antara masyarakat. Bila fenomena intoleran tidak mendapat penanganan serius maka bisa berdampak pada kehidupan antar umat beragama di Indonesia.

Hubungan antara intoleransi dan radikalisme yang saling berkaitan bisa menjadi awal pemicu lahirnya aksi terorisme. Hal ini disampaikan oleh Peneliti Senior dari Wahid Foundation Alamsyah M. Djafar.

“Sebagian orang kemudian mengatakan ini proses yang linear. Intoleran dulu baru mengalami radikalisasi, lalu melakukan tindak kekerasan, bahkan dalam bentuk terorisme,”kata Alamsyah.

Dapat disimpulkan bahwa intoleransi memang sangat berbahaya bila tumbuh subur di tanah air. Mengingat Indonesia merupakan sebuah negara yang berdiri atas asas kebhinekaan sehingga intoleransi bisa menggerogoti sendi-sendi kehidupan berbangsa.

Apabila fenomena intoleransi tidak mendapatkan tanggapan serius maka bisa membahayakan keberagaman yang ada di Indonesia.

 

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here