MATA INDONESIA, JAKARTA – Berbanding terbalik dengan beberapa sektor bisnis yang mengalami kemunduran, industri kecantikan terus mengalami peningkatan. Sebab, baik pria dan wanita sangat menyukai berbagai macam produk make up dan skincare.

Dalam sebuah artikel BBC yang ditulis oleh Samantha Fenwick, industri kecantikan tumbuh hampir 17 persen dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2018, nilai pasarnya mencapai 13.5 miliar Euro atau Rp 243 triliun.

Influencers merupakan sosok yang sentral dalam mendorong penjualan produk-produk kecantikan. Biasanya, mereka akan membuat video tutrorial make up atau review produk di media sosialnya, seperti Instagram dan YouTube.

Salah satu influencer kecantikan yang populer adalah Jeffree Star. Ia telah memiliki jutaan pengikut di media sosialnya, di YouTube ia memiliki 16.7 juta subscriber.

Majalah Forbes memperkirakan, Jeffree telah mengantongi 14.5 juta Euro atau Rp 261 miliar dari video-video yang ia unggah di YouTube. Majalah itu juga memperkirakan jika laki-laki berusia 35 tahun itu memiliki penghasilan Rp 1.4 triliun dalam setahun.

Pemilik Jeffree Star Cosmetcs ini terjun ke dunia YouTube sejak tahun 2006 setelah menjadi orang yang paling banyak diikuti di MySpace.

Menurut sebuah survey, 54 persen dari 1000 konsumen berusia 18 – 34 tahun dipengaruhi selebriti media sosial dalam memilih produk kecantikan.

Meski begitu, 82 persen konsumen mengatakan jika tidak mengetahui apakah seorang influencer dibayar untuk mempromosikan sebuah produk atau tidak.

Padahal, menurut pengakuan Jeffree dalam tweetnya, ia ditawari oleh sebuah perusahaan sebanyak Rp 2.3 miliar untuk mempromosikan produk mereka.

Bukan hanya influencer dengan jutaan pengikut saja yang dapat menghasilkan uang dari media sosial, micro-influencer pun mampu mendapatkan uang yang banyak.

Misalnya Mitchell, seorang make up artist asal Inggris. Ia berhasil mendapatkan 100.000 pengikut di Instagram dalam semalam setelah muncul di video milik Jefree Star. Saat ini, ia memiliki 1,2 juta pengikut di Instagram dan 83.5 ribu subscriber di YouTube.

Ia pun dikirimi ratusan produk kecantikan dari berbagai brand. Mereka yang mengirim berharap jika Mitchell akan memakai produk itu dan mengunggahnya di akun media sosialnya.

“Saya semakin banyak didekati perusahaan untuk bekerja sama dengan mereka” katanya.

Gaya make up yang diusung oleh Mitchell sendiri merupakan riasan yang tebal. Gaya ini pun sangat populer di Instagram.

Salah satu pemilik brand make up, Bobbi Brown, mengatakan jika gaya tersebut bukan lah yang terbaik. Sebab, sangat sulit untuk memakai riasan tebal kecuali jika pemakainya memiliki keterampilan yang sangat baik.

Bobbi sendiri lebih menyukai gaya make up natural dan tipis, sebab gay aitu memberikan kesan yang alami dan segar di wajah.

Ternyata, penilaian Bobbi itu benar adanya. Hal ini terbukti dengan semakin tingginya angka penjualan produk perawatan kulit atau skincare.

Salah satu merek skincare yang populer di pasaran adalah The Ordinary. Salah satu daya tarik merek ini terletak pada harganya. Mereka menjual produknya dibawah harga merek-merek mewah. Perusahaan itu juga mengklaim jika mereka mampu menjual satu produk selama satu detik.

Ternyata, melejitnya skincare dipengaruhi oleh tren Korean Beauty atau K-Beauty. Tren kecantikan itu kerap memperlihatkan kulit yang bersih, sehat, dan berseri.

Kebanyakan produk dari K-Beauty terdiri dari 12 steps, mulai dari toner, essense, serum, sleeping mask, hingga masker wajah.

Menurut perusahaan riset Mintel, industri kecantikan Korea Selatan meraup pendapatan sebesar Rp 182 miliar pada tahun 2017. Salah satu produk yang paling banyak ditemui adalah masker sekali pakai yang berbentuk lembaran.

Sedangkan tren kecantikan pada tahun 2019 lebih cenderung memperhatikan produk yang ramah lingkungan. Banyak perusahaan produk kecantikan mulai meninggalkan kemasan plastik.

Selain itu, pilihan warna atau shade pada foundation pun mulai diperbanyak. Sejak lama, pilihan warna foundation menjadi permasalahan tersendiri dalam dunia kecantikan.

Terlebih, bagi mereka yang kulitnya lebih gelap. Banyak merek-merek produk kecantikan yang tidak menyediakan pilihan warna gelap, tentu saja hal ini menjadi kesulitan tersendiri bagi mereka yang memiliki kulit lebih gelap.

Untuk mengatasi hal itu, Fenty Beauty, produk kecantikan milik Rihanna, meluncurkan serangkaian produk yang memenuhi semua warna kulit.

Reporter: Diani Ratna Utami

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here