MATA INDONESIA, JAKARTA – Rock merupakan genre musik yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Musik rock telah ada sejak 1940-an dan sampai sekarang alunan musik rock masih terus diminati oleh musisi – musisi maupun para pecinta musik.

Musik rock sebenarnya merupakan genre yang berasal dari Amerika Serikat. Akan tetapi banyak musisi Inggris yang mempunyai pengaruh besar pada perkembangan musik ini. Karena banyaknya musisi rock muncul di Inggris pada 1960-an. Fenomena ini disebut dengan Inflasi British. Dijuluki itu karena banyak musisi Inggris yang populer di Amerika Serikat.

Salah satunya adalah The Beatles. Band asal Liverpool ini  adalah salah satu dari banyaknya musisi asal Inggris yang memiliki pengaruh besar di dunia musik. Band yang dipimpin oleh John Lennon dan Paul McCartney ini sukses besar saat pertama kali tampil di Washington Coliseum, AS.

The Beatles juga merupakan pelopor dari pelaksanaan konser di stadion olahraga dan world tour. Bahkan band – band besar seperti Black Sabbath, Oasis, Kiss, Nirvana dan masih banyak lagi mengakui bahwa The Beatles merupakan inspirator mereka.

The Beatles juga memiliki pengaruh terhadap pengurangan tindak rasisme yang terjadi pada 1960-an di Eropa dan Amerika Serikat dengan cara meluncurkan lagu yang berjudul ‘Blackbird’ sebagai tanda kepedulian mereka terhadap orang kulit hitam.

Selain The Beatles, band asal Inggris lainnya adalah The  Rolling Stones.  Band yang memiliki ciri khas ‘stage act’ yang unik dan nyentrik ini sering dijadikan acuan bagi para musisi–musisi dalam pembuatan band. Bahkan Maroon 5, band pop rock asal Amerika Serikat yang masih aktif sampai sekarang ini pernah membuat single berjudul ‘Moves Like Jagger’ pada 2010 yang video clipnya merupakan ilustrasi ‘stage act’ dari Mick Jagger, Vokalis Rolling Stones.

Rolling Stones juga merupakan inspirator bagi para musisi – musisi lain. Seperti Shane Owens, Gavin Kennedy, Kalie Shorr dan John Berry.

The Rolling Stones adalah band yang dibentuk di London pada tahun 1962. Mereka membawa musik mereka ke Amerika Serikat sebagai pemimpin “British Invasion” dari band-band yang kemudian sukses di Amerika Serikat. The Rolling Stones memiliki suara yang populer dan lirik yang memberontak yang diimplementasikan dan memicu ide-ide kontra-budaya dari anak muda Amerika.

Rolling Stones pun memiliki pengaruh besar pada anak-anak perguruan tinggi, dengan lirik memberontak dan pandangan punk mereka. Mereka menjadi bagian besar dari budaya kaum muda, dan membentuk budaya pop yang justru kemudian dipopulerkan Amerika.

Ketika Rolling Stones pertama kali muncul pada tahun 1960-an, mereka mendapat lebih banyak perhatian untuk penampilan fisik mereka, misalnya rambut panjang, daripada musik mereka. Namun, setelah merilis beberapa cover lagu dan, kemudian membuat musik orisinal mereka sendiri, band ini mendapat perhatian karena memadukan blues dan rock menjadi suara khas mereka. Mereka membawa bentuk blues yang lebih sederhana ke garis depan budaya pop, menggabungkannya dengan rock and roll. Meskipun band ini sangat dipengaruhi oleh blues, Rolling Stones juga mencampurkan genre lain ke dalam musik mereka sendiri. Selama bertahun-tahun, lagu-lagu mereka menggunakan berbagai gaya musik seperti country, folk, dance, dan reggae.

Reporter: Teuku Khanif Miftaputra, Tiara Sopyani

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here