Kamis, Januari 27, 2022

Di Paris, Potong Rambut Saja Dibanderol Seharga Rp1,6 Juta!

Baca Juga

MATA INDONESIA, PARIS – Ini peringatan bagi sosialita atau warga Indonesia yang suka pelesiran ke luar khususnya ke kota Paris. Di tahun 2019, Economist Intelligence Unit (EIU) mencatat bahwa Paris berada di posisi pertama kota termahal di dunia, menyusul Hong Kong dan Singapura.

Pemeringkatan kota termahal ini menggunakan parameter harga 160 barang dan jasa.  Mencakup makanan, minuman, air, harga sewa rumah, tagihan listrik, dan transportasi.

Secara keseluruhan, EIU melakukan survei terhadap 133 kota, namun Jakarta tidak termasuk hitungannya. Dari 133 kota tersebut, tim peneliti menganalisis kenaikan dan penurunan biaya hidup di kota-kota tersebut dan membandingkannya dengan biaya hidup di New York sebagai acuan.

Roxana Slavcheva, selaku penulis laporan, mengatakan sejak tahun 2003 Paris memang sudah masuk ke dalam kategori kota termahal di dunia. Semuanya serba lebih mahal. Hanya biaya rokok, minuman keras, dan transportasi saja yang lebih murah.

Bahkan yang mengejutkan, di Paris biaya potong rambut saja bisa mencapai USD 119,04 (Rp 1,6 juta),  USD 112,10 (Rp 1,5 juta) di Hong Kong, dan USD 96,01 (Rp1,3 juta) di Singapura.

Tak hanya itu, satu kilogram roti di Paris harganya  USD 5,66 (Rp80.000), di Hong Kong USD 3,91 (Rp 55.400) dan di Singapura USD 3,40 (Rp 48.200).

Menurut data dari EIU, daftar kota termahal di dunia ditempati oleh

  • Paris (Prancis)
  • Hong Kong
  • Singapura
  • Zurich (Swiss)
  • Jenewa (Swiss)
  • Osaka (Jepang)
  • Seoul (Korea Selatan)
  • Kopenhagen (Denmark)
  • New York (Amerika Serikat)
  • Tel Aviv (Israel) dan
  • Los Angeles (Amerika Serikat)

Sebaliknya, daftar kota termurah di dunia adalah

  • Caracas (Venezuela)
  • Damaskus (Suriah)
  • Taskent (Uzbekistan)
  • Almaty (Kazakhstan)
  • Bangalore (India)
  • Karachi (Pakistan)
  • Lagos (Nigeria)
  • Buenos Aires (Argentina)
  • Chennai (India)
  • New Delhi (India)

Peneliti dari EIU mengatakan, standard pengukuran kota-kota paling murah dengan melakukan perbandingan dengan biaya hidup di Barat. Faktor yang menyebabkan murahnya kota-kota tersebut adalah rendahnya gaji pegawai sehingga berpengaruh terhadap daya beli masyarakatnya.

Tak hanya itu, gangguan ekonomi dan politik pun membuat biaya hidup di kota-kota tersebut menjadi semakin murah. Seperti yang terjadi di Damaskus (Suriah), Caracas (Venezuela), serta kota-kota lain yang masih sering terjadi masalah bencana dan peperangan. Peneliti dari EIU mengatakan jika kota-kota tersebut cenderung tidak terlalu nyaman untuk ditempati.

Gejolak nilai tukar uang dan inflasi yang terjadi pun juga turut membuat penurunan peringkat. Seperti yang terjadi di kota-kota yang ada di Turki, Brazil, Venezuela, dan Argentina. Bahkan tahun 2018, inflasi di Caracas yang mencapai 1 juta persen pun memaksa pemerintah Venezuela untuk mengeluarkan mata uang baru.

Reporter: Intan Nadhira Safitri

BERIKAN KOMENTAR POSITIF

Ayo berikan komentar
Tuliskan nama

Berita Terbaru

Putri Nurul Arifin Sempat Depresi Sebelum Meninggal Dunia

MATA INDONESIA, JAKARTA – Belum lama ini putri dari Nurul Arifin dan Mayong Suryo Laksono, Maura Magnalia Madyaratri, dikabarkan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini