ilustrasi teror bom
Ilustrasi bom

MATA INDONESIA, JAKARTA – Catatan kelam atas peristiwa bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu 28 Maret 2021, ternyata melibatkan pasangan suami istri (pasutri) yang baru menjalani rumah tanggal selama enam bulan.

Namun, insiden ini bukanlah yang peristiwa pertama yang terjadi, karena sudah ada beberapa aksi bom bunuh diri lainnya yang melibatkan pasutri dan keluarga.

Pertama, yaitu rangakaian bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya. Insiden ini terjadi pada tahun 2018 dan menyebabkan 13 korban meninggal dunia termasuk para pelaku yang berjumlah enam orang.

Ternyata, pelaku pengeboman dilakukan oleh satu keluarga yang terdiri dari suami dan istrinya serta empat orang anak mereka. Suaminya yang berininsial DU diketahui adalah pimpinan Jamaah Ansharut Daulah di Surabaya. Adapun serangan yang dilancarkan terjadi secara terpisah.

Kedua, yaitu peristiwa ledakan bom di Kota Sibolga, Sumatera Utara pada Maret 2019. Pelaku tindak pidana terorisme, Husain alias Abu Hamzah dan istrinya meledakkan diri di rumah bersama dengan anaknya yang berusia dua tahun.

Ketiga, yaitu serangan pada Polres Indramayu yang dilakukan pasutri berininsial GI dan NH. Mereka nekat menerobos masuk ke dalam Polres pada 15 Juli 2018 pada pukul 02.35 WIB. Keduanya melemparkan panci berisi bahan peledak ke dalam Polres Indramayu, beruntung bom tersebut tidak meledak.

Terakhir, yaitu bom bunuh diri yang baru terjadi di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu 28 Maret 2021 sekitar pukul 10.28 WITA. Aksi ini dilakukan oleh pasangan suami istri yang baru enam bulan menikah.

Kedua pasutri ini mengendarai sepeda motor dan berusaha masuk ke dalam pelataran gereja namun dicegah oleh sekuriti. Setelah insiden ini, Densus 88 bergerak memburu para terduga teroris dan hasilnya ada 13 terduga yang berhasil ditangkap di beberapa wilayah seperti Nusa Tenggara Barat (NTB), Jakarta-Bekasi, dan Sulawesi Selatan.

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here