Museum Tsunami Aceh

MATA INDONESIA, JAKARTA – Masih terkenang dalam ingatan, bagaimana dahsyatnya tsunami yang menghantam Aceh pada 26 Desember 2004 lalu. Peristiwa menyedihkan itu kini diabadikan di dalam Museum Tsunami Aceh, di Banda Aceh.

Dikutip dari Aceh Klip (YouTube) terdapat fakta-fakta menarik tentang Museum Tsunami Aceh ini, berikut ulasannya:

1. Dirancang Ridwan Kamil

Sebelum menjadi Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil adalah seorang dosen arsitektur di Institut Teknologi Bandung. Ridwan Kamil memenangkan sayembara dalam merancang Museum Tsunami Aceh yang diselenggarakan oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh Nias pada tanggal 17 Agustus 2007. Museum ini dibuka untuk umum pada tanggal 8 Mei 2009.

2. Bangunan dengan 2 Makna

Jika dilihat tampak atas museum ini seperti berbentuk gelombang tsunami, dan jika tampak samping bangunannya terlihat seperti kapal yang memiliki ruangan yang sangat besar dan luas sebagai escape building atau tempat berlindung.

3. Dana Pembangunan Fantastis

Museum ini dibangun oleh BRR NAD-NIAS. Pembangunan dilakukan setelah pelombaan desain yang dimenangkan oleh Ridwan Kamil. Pembangunan museum ini mencapai miliaran rupiah yaitu 140 miliar.

4. Space of Fear

Museum ini dirancang seolah-olah kita merasakan bagaimana terjadinya tsunami di Aceh beberapa tahun silam. Terdapat banyak ruangan dengan tema dan makna yang berbeda-beda. Salah satunya adalah ‘Space Of Fear’ dimana Anda akan dapat merasakan terjadinya tsunami dengan nuansa gemericik air dalam ruangan sempit.

5. Nama Korban

Tsunami Aceh pada tahun 2004 silam menelan korban jiwa hingga mencapai ratusan ribu. Terdapat nama korban dan keluarga yang ditinggalkan akibat tsunami dahsyat ini. Tempat dengan nama-nama korban ini terdapat dalam ruangan yang disebut ‘Space Of Sorrow’ atau sumur doa. Pengunjung bisa melihat nama-nama korban terpasang pada dinding ruangan tersebut.

6. Atap Unik

Jika dilihat dari atas bangunan ini memiliki bentuk seperti gelombang air laut. Esensi dari bangunan ini dapat terlihat jelas bahwa bangunan ini adalah sebagai monumen peringatan tsunami di Aceh pada tahun 2004.

7. Rumah Panggung Aceh Jadi Inspirasi

Asal ide dasar dari Museum Tsunami Aceh adalah rumah panggung Aceh. Nuansanya pun terlihat dari lantai pertama di museum. Ridwan Kamil memasukkan bebarapa unsur dalam desain museum ini, antara lain Aceh, Islam dan peristiwa tsunami.

8. Fungsi Lain

Desain Museum Tsunami Aceh ini disebut dengan ‘Rumoh Aceh Escape Hill’. Dikatakan demikian karena fungsi museum ini juga untuk tempat berlindung jika suatu saat becana tsunami terjadi. Melihat kembali kejadian tsunami Aceh di tahun 2004, Ridwan Kamil membuat taman berbentuk bukit yang dapat dijadikan tempat penyelamatan jika bencana tersebut terjadi kembali. Atapnya pun dibuat landai untuk menampung para warga.

Reporter: Budiyani Rahmawati

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here