Transjakarta Cares

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aktivitas kita sangat didukung oleh kemampuan dan fasilitas. Tapi, kegiatan yang kita lakukan belum tentu mudah bagi orang lain dan tidak semua fasilitas cocok untuk semua orang, terutama bagi orang disabilitas.

Mereka sering diperlakukan berbeda dan sering tidak mendapatkan fasilitas. Penyandang disabilitas sering kali mengalami kesulitan ketika ingin berpergian dan melakukan aktivitas karena banyak fasilitas yang belum ramah untuk semua orang, terutama orang dengan disabilitas.

Pemerintah perlahan mulai memperhatikan penyandang disabilitas dengan memfasilitasi mereka dengan beberapa transportasi ramah disabilitas. Salah satunya PT Transportasi Jakarta mengeluarkan layanan baru khusus masyarakat penyandang disabilitas. Layanan ini merupakan sebuah mobil Transjakarta Cares yang akan menjemput warga penyandang disabilitas.

Warga penyandang disabilitas bisa memesan mobil tersebut dengan menghubungi call center 1005 102 satu hari sebelumnya. Warga yang memesan akan dijemput di rumah masing-masing dan akan diantar ke halte bus Transjakarta ramah disabilitas yang terdekat.

Ada 10 halte yang memiliki jembatan orang ramah disabilitas. Transjakarta Cares dapat menjadi salah satu alternatif transportasi publik bagi warga disabilitas di Jakarta.

Selanjutnya ada GrabGerak. Grab melakukan kolaborasi layanan jasa transportasi online bersama Rexona yang bertujuan untuk mendukung mobilitas penyandang disabilitas. Selama ini, GrabGerak sudah memliki banyak armada dengan mitra pengemudi yang terlatih untuk berkomunikasi dengan penumpangnya.

Armada GrabGerak dilengkapi dengan stiker khusus yang menunjukkan GrabGerak. Layanan ini diciptakan untuk mempermudah mobilitas dan akses penyandang disabilitas menjalankan aktivitas. GrabGerak dapat dipesan di aplikasi Grab.

Lalu ada Difa Bike bagian dari Difa City Tour & Transport merupakan layanan transportasi ojek yang berada di Yogyakarta untuk membantu penyandang disabilitas. Pendiri dari Difa City Tour & Transport, Triyono adalah seorang penyandang disabilitas fisik.

Ia mendirikan Difa Bike karena fasilitas transportasi di Yogyakarta belum ramah disabilitas. Pemesanan Difa Bike senditi bisa melalui aplikasi yang tersedia di Play Store.

Blue Bird Lifecare Taxi adalah salah satu transportasi ramah disabilitas lainnya. Blue Bird Lifecare Taxi dapat dipesan melaui aplikasi, call center, juga bisa ditemu di beberapa rumah sakit yang terdaftar.

Mobil yang digunakan adalah Nissan Serena yang sudah dimodifikasi. Mobil ini memiliki 7 tempat duduk dengan fitur unggulan Power Slide Up Seat, penggerak jok elektrik untuk mendekatkan jok ke pelanggan yang memiliki kebutuhan khusus, seperti pengguna kursi roda, lansia, dan ibu hamil.

MRT Jakarta di desain dengan fasilitas untuk penyandang disabilitas berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum RI dan Pedoman Akses Bebas Hambatan dari Kementerian Pertahanan, Infrastruktur, dan Transportasi Jepang. Setiap stasiun memiliki satu rute bebas hambatan yang mengarah ke stasiun dan menghubungkan seluruh area di dalam stasiun yang memudahkan jalan penumpang prioritas.

Di stasiun, akses tangga, ekskalator, lift dapat menjadi pilihan. Blok taktil juga sudah disediakan untuk membantu tuna netra menuju pintu masuk. Di area beranda peron, pintu penumpang berukuran 90 meter tersedia untuk pengguna kursi roda dan penumpang dengan kereta bayi.

Toilet khusus juga disediakan untuk pengguna kursi roda, penempatan rambu telah mempertimbangkan antara jarak dan sudut pandang untuk pengguna kursi roda. Di dalam satu rangkaian kereta sekitar ada 51 kursi khusus penumpang prioritas, termasuk penyandang disabilitas.

KRL Commuter Line kini juga menyediakan Ruang Pelayanan Disabilitas yang letaknya ada di pintu utara Stasiun Juanda. Penyandang disabilitas dapat menggunakan ruangan ini untuk memastikan kebutuhannya saat menaiki KRL dapat terpenuhi.

Para pengguna jasa difabel juga dapat memanfaatkan layanan khusus disabilitas di nomor yang sudah tersedia dapat dihubungi melalui SMS, telepon, dan WhatsApp. Pengguna jasa dapat menghubungi nomor yang sudah tertera untuk menginformasikan perkiraan waktu kedatangannya di stasiun keberangkatan.

Lalu, petugas yang berada di stasiun keberangkatan akan menghubungi dengan petugas di dalam KRL maupun di stasiun tujuan. Petugas akan membantu dari stasiun keberangkatan sampai sang pengguna mendapatkan moda transportasi selanjutnya.

Selain itu, berbagai fasilitas yang menunjang sudah tersebar di seluruh stasiun. Fasilitas tersebut antara lain guiding blok, ramp portable, kursi roda, kursi prioritas, dan informasi lewat suara dan visual di stasiun serta di kereta.

Reporter: Laita Nur Azahra

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here