MATA INDONESIA, JAKARTA – Lirik-lirik lagu Iron Maiden kebanyakan berisikan tentang sejarah. Hal tersebut diperkuat dari para personilnya yang memiliki pengetahuan dalam bidang sejarah.

Bicara tentang Iron Maiden berarti membicarakan sejarah. Lirik lagu yang dibuat berdasar dari sejarah-sejarah yang sudah terjadi, seperti zaman purba hingga perang dunia. Lagu-lagu tersebut hasil pemikiran pemain bass, Steve Harris.

Steve Harris dulunya adalah mahasiswa jurusan sejarah lulusan University of Queen Mary tahun 1979. Musisi bernama lengkap Stephen Percy “Steve” Harris lahir pada tanggal 12 Maret 1956 dan tumbuh di Leystone, Essex, Inggris.

Kesukaan Steve Harris pada mitologi membuat lirik-lirik Iron Maiden sarat dengan kisah kejayaan di masa lalu. Harris menulis cerita soal manusia zaman purba, munculnya Alexander The Great, Kejayaan Inggris di Abad Pertengahan, Julius Caesar, peradaban kuno di Mesir sampai kebengisan Suku Viking saat menjarah Eropa.

Steve Harris yang menulis lirik sendirian memang banyak memasukkan unsur sejarah pada lirik lagunya. Terkadang ia dibantu vokalis Iron Maiden Bruce Dickinson. Kesukaan Harris dengan mitologi memang menular kepada rekan-rekan bandnya. Hampir semua personel Iron Maiden menyukai dan menjadi pembaca buku-buku sejarah.

Nah, berikut ini sebagian dari lagu-lagu Iron Maiden yang benar-benar menceritakan soal sejarah di masa lalu.

QUEST FOR FIRE (1983)
Lagu ini menceritakan tentang usaha manusia purba dalam membuat api. Karenanya, api berperan penting dalam sejarah evolusi manusia. Lagu ini menggambarkan kehidupan antara manusia dan dinosaurus. Menurut para ahli, manusia dan dinosaurus tidak hidup berdampingan. Dinosaurus muncul pada 228 juta tahun yang lalu, sedangkan manusia muncul 3 tahun yang lalu. Sehingga lirik lagu ini menjadi perdebatan karena ada sebuah kesalahan.

POWERSLAVE (1984)
Di lagu ini ada dua sejarah yang tergambar, Penguasa Mesir kuno dan Mitologi. Powerslave berusaha menggambarkan hubungan antara penguasa Mesir kuno yang memerintah pada 2609 SM–2584 SM, Firaun dan para budaknya. Atas suruhannya, terbuatlah Piramid Ghiza sekaligus menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia.

Di awal lirik menyebutkan ‘The Eye of Horus’. Menurut mitologi, Horus (dewa penguasa langit dan cahaya) adalah salah satu dewa utama Mesir. Dia adalah anak dari Osiris (dewa dunia bawah) dan Isis (ibu para dewi).

Horus dendam terhadap Set (dewa penguasa gurun dan badai) karena ayahnya dibunuh oleh saudaranya sendiri. Dendam Horus terbalaskan, namun dia harus kehilangan matanya.

ALEXANDER THE GREAT (1986)
Steve Harris menulis lagu secara rinci, mulai dari masa kecil Alexander yang dituliskan di lirik awal “In a part of ancient Greece.. In an ancient land called Macedonia.. Was born a son… To Philip of Macedon.. The legend his name was Alexander”.

Kisah penaklukan Alexander ketika melawan tentara Persia di perang Arbela yang terjadi pada 331 SM. Bertuliskan “By the Tigris river..He met King Darius again…And crushed him again in the battle of Arbela..”

Lagu ini ditutup dengan kematian Alexander di usia yang masih sangat muda 32 tahun pada 10 atau 11 Juni 323 SM. “Alexander the Great…His name struck fear into hearts of men..Alexander the Great..He died of fever in Babylon..”

IDES OF MARCH (1981)
Dengan munculnya kekaisaran Romawi, maka berakhirnya kejayaan Alexander. Pada 15 Maret tahun 44 SM, Brutus dan teman-temanya mengkhianati Julius Cesar hingga menyebabkan Julius Cesar mati.

INVADERS (1982)
Pada tahun 793, orang-orang Viking mendarat ke tanah Inggris. Dalam penyerbuan pada bulan Juni mereka menghancurkan gereja di Lindisfarne dan membantai seluruh warga di sana.

Merampok merupakan suatu hal yang wajib dilakukan bangsa Viking. Pantai-pantai di Inggris menjadi incaran bangsa tersebut untuk mendapatkan barang-barang berharga yang terbuat dari emas dan perak. Awalnya hanya mendirikan tenda, kemudian mulai merebut tanah warga hingga mulai menetap. Bangsa Viking menetap di wilayah timur dan utara Inggris.

GENGHIS KHAN (1981)
Lagu ini tentang kisah seorang pemimpin hebat bangsa Mongol, Genghis Khan (1162-1227). Dia disejajarkan dengan para pemimpin militer terbaik, seperti Julius Caesar dan Alexander The Great. Dirinya berhasil menyatukan suku-suku nomaden di Mongolia hingga diberi gelar “penguasa alam semesta”.

MONTSGUR (2003)
Montsegur adalah nama benteng di Prancis yang menjadi pertahanan terakhir para pengikut ajaran Kathari, yang dianggap menyimpang oleh agama Katolik.

Benteng itu berlokasi di gunung Montsegur dikepung selama 10 bulan pada tahun 1243. Akibat diserang bertubi-tubi akhirnya runtuh pada bulan Maret 1243 sehingga ajaran Katharisme lenyap dari Prancis bagian selatan. Dalam penyerbuan itu 200 orang pengikut Kathari dibakar hidup-hidup karena menolak mengubah keyakinannya.

THE CLANSMAN (1998)
Lagu ini terinpirasi dari film Braveheart (1995) yang menceritakan perjuangan William Wallace (1270 – 1305) membebaskan bangsa Skotlandia dari jajahan Inggris. Pada bagian chorus ada kata ‘Freedom’ yang diteriakkan William Wallace sebelum mati disiksa tentara kerajaan Inggris.

THE PILGRIM (2006)
Steve Harris menyebut, lagu ini berdasarkan kisah Mayflower. Mayflower adalah nama kapal dagang Inggris yang berlayar ke Amerika pada 16 September 1620. Kapal itu mengangkut 102 orang. Setengahnya adalah mereka yang lari dari persekusi agama dan setengahnya lagi adalah orang-orang yang sengaja mencari tantangan baru.

Pada 9 November 1620 kapal Mayflower menempuh perjalanan selama 66 hari sebelum sampai di Cape Cod (sekarang adalah Massachusetts). Mereka tiba saat Amerika mengalami musim dingin. Cuaca yang buruk ditambah kekurangan makanan serta wabah penyakit menyebabkan hanya sebagian kecil yang bisa bertahan hingga musim semi dan setelah itu mereka memulai kehidupan baru di Plymouth.

RUN TO THE HILLS (1982)
Digambarkan sedang terjadinya perang berdarah antara Indian-Amerika, Tatanka Yotanka seorang pemimpin suku Sioux melawan kulit putih, Jenderal George Armstrong Custer di tahun 1800-an. Custer mendapat tugas untuk menggusur suku Indian dari tanah leluhur mereka di wilayah Black Hilss, Dakota. Suku Sioux menolak meninggalkan tanah keramat mereka meski pemerintah sudah menyiapkan tempat penampungan. Custer menilai wilayah tersebut mengandung banyak emas.

Sehingga pertempuran terjadi di lembah Little Bighorn pada 25-26 Juni 1876. Karena kesombongan dan menganggap suku Sioux mudah dikalahkan, saat itu juga Custer menghadap kematiannya bersama dengan 268 tentara Amerika Serikat yang membantunya.

THE TROOPER (1983)
Lagu ini menjadi salah satu lagu Iron Maiden yang paling terkenal, berkisah tentang pertempuran antara pasukan kavaleri Inggris melawan tentara Rusia saat Perang Krimea (1853-1856) di Balaclava 25 Oktober 1954. Perang berawal dari usaha Rusia yang ingin merebut Kesultanan Ottoman, namun karena ketahuan rencana ini ditentang oleh Inggris dan Prancis.

Pada September 1854, pasukan gabungan Inggris, Prancis, Turki dan Sardinia mendarat di semenanjung Krimea, Rusia. Mereka mengepung benteng dan pangkalan laut Sevastopol hingga berhasil memenangkan perang setelah serbuan yang dilakukan pasukan kavaleri Inggris yang dipimpin oleh Lord Cardigan.

Kemenangan tersebut diabadikan dalam puisi yang ditulis Lord Tennyson berjudul ‘The Charge of the Light Brigade’.

Reporter: Rama Kresna Pryawan

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here