Begini Cara Orang-Orang Mesir Kuno Mengatasi Masalah Cinta dan Perselingkuhan

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pada zaman dulu, masyarakat Mesir Kuno juga bergumul dengan masalah perselingkuhan dan percintaan lho. Dan cara mereka menyelesaikan masalah ini kebanyakan dengan melibatkan mitologi dan sihir. Penasaran seperti apa?

Sosok wanita pada zaman Mesir Kuno sering digambarkan sebagai penggoda. Walau begitu, mereka justru dianggap sebagai sosok yang suci dan memiliki berbagai hak keistimewaan. Contohnya, istilah “God’s hands” atau tangan dewa seringkali dikaitkan dengan dewi kesuburan. Wanita kerajaan Dinasti 18 dan putri raja Nubia yang memerintah Mesir pada Dinasti 25 disebut-sebut menjadi pemegang gelar ini.

Selanjutnya, hubungan intim pra-nikah sama lazimnya dengan pasca nikah di Mesir Kuno. Namun, hal ini tetap dilarang dan orang yang melakukan pasti akan mendapat konsekuensi yang berat.

Wanita dan pria mendapat sanksi yang berbeda jika mereka melakukan hubungan intim sebelum menikah. Hukuman bagi pria adalah perceraian sedangkan hukuman bagi wanita bisa sampai hukuman mati. Karena dianggap sebagai sosok yang suci, wanita mendapatkan konsekuensi yang lebih besar dan dihakimi lebih buruk jika melakukan sebuah kesalahan yang dianggap memalukan.

Selain itu karena keterbatasan teknologi, tidak ada alat atau dokter yang mampu mendeteksi kesuburan seorang wanita sehingga satu-satunya cara yang bisa dilakukan masyarakat pada zaman Mesir Kuno ialah hanya dengan berhubungan intim, untuk menentukan apakah wanita tersebut hamil atau tidak.

Kemudian, ada pula Boneka Voodoo sebagai salah satu cara paling umum untuk melakukan sihir dan menghadapi masalah percintaan di Mesir. Terkadang sihir ini diarahkan pada seorang wanita oleh seorang pria. Dalam satu kasus, seorang pria meminta seorang penyihir membuatkan boneka voodoo dari seorang wanita yang tidak ingin dimiliki pria lain untuknya. Patung itu ditusuk dengan paku perunggu dan disertai dengan keping timah yang bertuliskan mantra.

Mantra itu biasanya bertujuan supaya dia tidak akan bisa makan, minum, atau bersama pria lain selain pria tersebut.

Penulis: Keshatita

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Berita Terkini

Jadilah diri sendiri. Itu lebih bermakna!

Mata Indonesia, Jakarta - Di sebuah pagi menjelang siang. Seorang raja datang menemui Diogenes. Filosof  yang berumah di “gentong”...
spot_img

Baca Berita Lainnya

spot_img