Tsunami

MATA INDONESIA, JAKARTA – Indonesia adalah salah satu negara paling rawan bencana tsunami di dunia, yang bahkan potensinya setara seperti Jepang. Tentu saja, fakta tersebut harus membuat kita lebih waspada.

Lalu, sebenarnya apa sih tsunami itu? Bagaimana proses terjadinya?

Kata tsunami berasal dari bahasa Jepang yaitu ‘tsu’ yang artinya pelabuhan dan ‘nami’ yang artinya gelombang. Tsunami adalah serangkaian gelombang besar yang diciptakan oleh gangguan bawah air yang biasanya terkait dengan gempa bumi yang terjadi di bawah atau didekat laut.

Dikutip dari National Geographic, gelombang tsunami melaju melintasi laut dengan kecepatan hingga 500 mil (805 kilometer) per jam, sangat cepat seperti kecepatan pesawat jet. Dengan kecepatan itu, tsunami bisa melintasi seluruh hamparan samudra Pasifik dalam waktu kurang dari sehari. Di laut dalam, gelombang tsunami mungkin tampak hanya setinggi satu kaki atau lebih. Tetapi saat mendekati garis pantai dan memasuki air yang lebih dangkal, melambat dan mulai tumbuh dalam energi dan ketinggian. Bagian atas ombak bergerak lebih cepat daripada bagian bawahnya, yang menyebabkannya naik dengan cepat.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya tsunami, Menurut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), tsunami yang terjadi di Indonesia disebabkan karena letak Indonesia yang berada di Pacific Ring of Fire atau dalam Bahasa Indonesia yang berarti Cincin Api Pacific. Ring of Fire adalah daerah pertemuan lempeng bumi yang saling mendekat, yang mana pertemuan lempeng ini menyebabkan terbentuknya deretan gunung api dan gempa bumi, serta longsoran bawah laut yang lahir dari gempa atau aktivitas vulkanik.

Aktivitas vulkanik juga bisa menjadi penyebab terjadinya tsunami, karena material yang berasal dari hasil letusan yang mengalir menuruni gunung api menuju ke dasar laut dengan cepat, material ini biasa disebut dengan Piroklastik. Aliran piroklastik ini dipercaya dapat menuruni lereng dengan kecepatan melebihi 100 kilometer/jam, dan suhunya dapat mencapai 700 derajat Celsius. Selain itu lateral blast (tekanan tenaga meletusnya gunung ke air laut) juga bisa menjadi penyebabnya. Indonesia diketahui memiliki sekitar 19 gunung berapi yang masih aktif.

Penyebab tsunami selanjutnya yaitu adalah akibat dari jatuhnya meteor ke bumi, yang berpotensi menghasilkan tsunami dengan kekuatan yang besar, namun penyebab yang satu ini kemungkinannya masih sangat kecil terjadi. Selain itu longsor bawah laut dapat menjadi pemicu tsunami. Hal ini bisa terjadi karena adanya gempa didalam laut atau karena adanya sesar daratan aktif yang kemudian memicu terjadinya longsor dan menimbulkan tsunami.

Seperti fenomena alam lainnya, tsunami memiliki ukuran yang beragam, mulai dari tsunami mikro yang hanya dapat dideteksi dengan instrumen sensitif di dasar laut hingga mega-tsunami yang dapat mempengaruhi garis pantai seluruh samudra, seperti tsunami Samudra Hindia tahun 2004.

Umumnya tsunami akan tiba setelah terjadi gempa besar yang berdurasi cukup lama, yakni 30 detik-1 menit. Jika Anda mendengar peringatan tsunami atau jika Anda merasa guncangan kuat di pantai atau melihat aktivitas gelombang yang sangat tidak biasa (misalnya, laut menarik jauh dari pantai), segeralah menjauh dan berlarilah sekencang mungkin menuju daratan yang lebih tinggi.

Reporter: Dhelana Unggul Parastri

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here