Ilustrasi ciuman (pixabay)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Rasanya tak mungkin kalau kamu tidak pernah mendengar istilah french kiss. Istilah ini begitu populer karena teknik berciuman yang dilakukan tidak hanya melibatkan bibir, tapi juga lidah dengan ciuman yang intens dan penuh dengan gairah.

Terlepas dari sifatnya yang buas, ternyata istilah French kiss cukup menyimpan banyak misteri. Sepeeti apa kisahnya? Yuk simak!

Asal Mula Munculnya French Kiss

Istilah ini dapat diartikan sebagai ciuman Perancis atau ciuman orang Perancis. Namun, menurut penulis buku The Science of Kissing, Sheril Kirshenbaum, menyebut jika istilah French kiss sendiri masih misterius.

Meski begitu, beberapa cerita menjelaskan istilah French kiss sendiri justru dikenal di Amerika Serikat setelah Perang Dunia II, dan tidak terlalu populer di Perancis. Awalnya ketika para prajurit Amerika banyak ditugaskan di Eropa. Lama berada di perantauan, mereka pun akhirnya mmbangun hubungan spesial dengan penduduk lokal.

Ketika perang berakhir, para tentara ini pun harus kembali pulang ke negaranya. Sebagai ucapan perpisahan, konon beberapa di antara mereka ada yang melayangkan ciuman dengan gaya yang sangat intens, dan gaya ini dikenal dengan istilah French kiss.

Hal ini makin diperkuat dengan munculnya sebuah foto pasca-Perang Dunia II, yang memperlihatkan seorang pelaut Amerika tengah mencium perawat berseragam putih di Time Square sebagai perayaan kemenangan Sekutu atas Jepang.

Orang Perancis Tidak Mengenalnya

Jika Amerika sudah mengenal istilah French kiss sejak Perang Dunia II, orang Perancis justru tidak mengenal istilah ini. Barulah pada 2014, kamus Petit Robert menambahkan kata “galocher”, yang merujuk pada aktivitas berciuman dengan menggunakan lidah.

Terlepas dari itu semua, Perancis memang sejak dulu dikenal sebagai negara yang penuh dengan keromantisme. Bahkan, dilansir dari Word Origins, sejak tahun 1920-an, kata French sudah disematkan pada istilah-istilah yang merujuk pada hubungan pria dan wanita dewasa.

Namun, French kiss memang mampu memberikan kenyamanan dan membuat hubungan seksual semakin membara. Selain itu, banyak penelitian yang menyebut jika berciuman ampuh mengurangi ketegangan dan rasa cemas yang disebabkan oleh hormon stres kontrol.

Perlu diingat bahwa kegiatan ini pun mengandung bahaya yang tinggi. Termasuk berisiko menularkan penyakit, terutama yang berhubungan dengan virus dan bakteri, seperti pilek, flu, infeksi Herpes, Hepatitis B, Meningitis, dan sebagainya.

Reporter : Afif Ardiansyah

BERIKAN #KomenPositif DI ARTIKEL BERITA INI

Please enter your comment!
Please enter your name here