Sabtu, Januari 22, 2022

Sosok Inspirator Sebagai Pahlawan Bagi Milenial

Baca Juga

MATA INDONESIA, – Pahlawan adalah sosok yang dimaknai sebagai orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Pejuang yang gagah berani. Setidaknya itu yang tertulis di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Setiap tahunnya masyarakat Indonesia merayakan Hari Pahlawan pada tanggal 10 November. Hari sakral tersebut merupakan hari yang mengingatkan kita kepada para perjuangan pahlawan kemerdekaan.

Sebagai salah satu pemuda milenial yang kini mendominasi penduduk Indonesia, saya sendiri memiliki seorang pahlawan yang kini sosoknya telah menghilang dari dunia, namun kisah perjuangan dan pengorbanannya tidak pernah mati. Sosok Ir. Soekarno, presiden pertama Indonesia merupakan pahlawan yang mengatakan dengan tegasnya “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”.

Lewat kalimatnya yang hingga saat ini sudah tidak asing lagi untuk didengar. Dengan itu menunjukan bahwa adanya kepercayaan yang kuat dari seorang presiden pertama Republik Indonesia terhadap para pemuda Indonesia bahwa mereka mempunyai pengaruh positif dan kekuatan yang besar dan mampu memberikan kontribusi kepada negara ini.

Jika diperhatikan kepercayaan Ir. Soekarno kepada pemuda yang baginya begitu kuat bisa memberikan kontribusinya kepada negara ini merupakan hal yang strategis. Dewasa ini bisa kita lihat bagaimana peran pemuda saat ini yang sudah banyak memberikan kontribusi dan menyebarkan dampak positifnya kepada masyarakat, walaupun cukup banyak yang belum disorot oleh media-media informasi.

Dengan peran anak muda yang berhasil memberikan kontribusi dan manfaat terhadap masyarakat luas, hal tersebut tentunya akan menjadi sorotan mudah dilirik juga diperhatikan karena melihat bagaimana latar belakang dari pemuda yang mana pada masa muda adalah fasenya untuk mencari jati dirinya dengan tujuan yang disertai oleh semangat dan kerja keras.

Mengapa demikian? Karena bagi saya jika seorang pemuda berhasil mencapai target dan tujuannya itu akan membuat kecanduan terhadap keberhasilan yang diperoleh, sehingga mereka akan terus berusaha untuk mendobrak dan melewati tantangan-tantangan yang ada demi mencapai target dan keberhasilan.

Sehingga dengan keberhasilan yang meraka peroleh jika itu terekspos oleh media, tentunya akan menjadi sorotan bagi masyarakat luas terlebih para pemuda yang membutuhkan sosok untuk dijadikan sebagai inspiratornya. Semangat inilah yang diperlukan oleh bangsa Indonesia untuk membuat negara ini maju dengan kekuatan para anak muda, dan bagi saya sosok yang menginspirasi juga adalah pahlawan yang dibutuhkan olh negara ini.

Mengenai sosok inspirator Indonesia, sangat banyak sosok-sosok yang saya kagumi atau mengispirasi bagi saya. Beberapa diantara jika saya sebutkan adalah Najwa Shihab, beliau merupakan seorang wanita yang mana dikenal sebagi tokoh jurnalis, aktris, feminis dan aktivis media sosial Indonesia. Beliau juga dikenal sebagai host atau presenter di sebuah program telivisi yang berjudul Mata Najwa.

Mata Najwa merupakan program telivisi yang menayangkan program talkshow dengan setiap episode yang membahas mengenai isu-isi fenomenal yang terjadi di Indonesia dan mampu menghadirkan sejumlah narasumber termasuk pejabat-pejabat tinggi yang terkait dengan setiap isu berdasarkan episode yang membuat namanya semakin dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

Melalui program Mata Najwa menjadikannya sebagai sosok yang menginspirasi karena dengan karakter yang berani dan kritis serta mampu mengeluarkan argumen serta pertanyaan-pertanyaan tegas kepada para pejabat menjadikannya sebagai idola maupun inspirator terutama bagi para generasi melenial.

Dengan begitu seakan membuat saya menginginkan kemampuan dan juga sifat kritis dari sosok seperti beliau. itulah yang mendorong saya untuk memasuki organisasi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di Instansi saya, yaitu Universitas Tnjungpura (Untan) Pontianak. Dengan harapan akan mendapatkan ilmu-ilmu yang bermanfaat sehingga bisa menjadi pribadi yang mampu ikut berperan dalam membangun Indonesia yang lebih baik dan bisa menjadi media bagi saya untuk dapat memandang suatu hal dari berbagai macam prefpektif.

Selain itu peran pemuda saat ini juga dapat dilihat dari kinerjanya untuk mempromosikan serta memeperkenalkan Indonesia melalui platform digital dengan menunjukan kemampuannya kepada masyarakat, khususnya dalam cakupan Internasional.

Sehingga bagi saya sosok-sosok pemuda tersebut layak dijadikan sebagai inspirator bagi generasi melenial di Indonesia. Pada kesempatan kali ini saya mencoba menuliskan beberapa sosok yang menjadi inspirasi bagi saya dalam mempelajari hal tertentu demi memperoleh kemapuan yang sekarang ini hampir dibutuhkan didalam pendidikan, pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.

Sebut saja Rich Brian, rapper sekaligus penulis lagu ini merupakan pemuda asal Jakarta yang sedang berkarier dalam hal bermusik di Amerika dan bagi saya pribadi saya suka dengan lagu-lagu yang ia buat. Sebelum menjadi rapper, sosok yang memiliki nama asli Brian Imanuel ini memulai kariernya sebagai YouTuber dengan konten-konten video yang berisikan komedi khas Amerika dan dengan kefasihannya dalam berbahasa inggris juga menjadi keunikannya yang membuat orang-orang tertarik melihat videonya itu.

Pengucapan bahasa inggris yang terlihat seperti native speaker adalah salah satu kemampuannya yang ia peroleh hanya bermodalkan melihat video di YouTube sewaktu usianya sekitar 7 tahun. Kesuksesan kariernya di Amerika bermula ketika ia meriliris lagu Dat $tick yang mana pada 2016 diunggahnya di platform YouTube dan kemudian berhasil melirik perhatian para musisi internasional khususnya label rekaman 88rising yang setelahnya mengajak Rich Brian untuk bergabung di label tersebut.

Hal yang paling menarik bagi saya dari musisi ini adalah latar belakang pendidikannya yang hanya menempuh dijalani dengan sistem homeschooling selama kurang lebih 2, namun ia fasih dalam berbahasa Inggris dan sempurna sehingga seperti native speaker. Alih-alih belajar lewat jalur sekolah pada umumnya, Brian justru memanfaatkan internet sebagai tempatnya belajar berbahasa Inggris secara otodidak hingga akhirnya fasih.

Belanjut dari latar belakang Brian, kini saya sadar bahwa belajar bahasa asing terutamanya bahasa Inggris itu tidak selalu berpatokan dengan sekolah dan tidak harus membayar mahal-mahal untuk membayar jasa atau sesuatu hingga bisa fasih berbahasa Inggris. Namun ada jalur lain yang lebih mudah dari itu, yaitu dengan cara bagaimana kita untuk memanfaatkan jaringan internet yang mana kini sudah menyebar luas diberbagai wilayah dengan akses yang mudah tentunya.

Berbahasa Inggris juga menjadi kemampuan yang penting untuk dimiliki pada era digital ini karena selain untuk bekerja, hal tersebut juga diperlukan untuk mendapat beasiswa yangb biasanya kemampuan berbahasa Inggris menjadi syarat bagi penerimanya.

Dari sini saya melihat bahwa pahlawan bagi melenial tidak harus berpatok pada pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia, namun para pemuda juga harus mencari sosok-sosok yang mampu menginspirasi dan mampu menyebarkan dampak positif juga dan tentunya tanpa menghilangkan semangat nasionalisme yang telah ditumbuhkan oleh pahlawan-pahlawan pendahulu untuk mempertahankan tanah air dan berjuang besar dalam kemerdekaan, sehingga dapat berkontribusi untuk berkontribusi demi memajukan negara Indonesia.

Penulis:  Baladan Hadza Firosya

Ig: dan_hadzaf

BERIKAN KOMENTAR POSITIF

Ayo berikan komentar
Tuliskan nama

Berita Terbaru

Korea Utara Berbohong Soal Nol Kasus Covid-19?

MATA INDONESIA, PYONGYANG – Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) membagikan informasi bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menawarkan untuk mengirim...
- Advertisement -

Baca berita yang ini